Senin, 14 Februari 2011

Minor Fighters



latar belakang :
awal beberapa manusia yang sebelumnya sudah saling kenal dan terlibat bersama dalam suatu kegiatan di dunia otomotif yang kemudian karena kesamaan cara pandang memutuskan untuk merubah konsep berkumpul sebelumnya yang terstruktur menjadi konsep berkumpul yang tak terstruktur tidak mempunyai aturan2 tertulis tetapi mempunyai aturan yang berujud norma2/kaidah yang berlaku layaknya sebuah keluarga.
orientasinya lebih mengacu kepada keterlibatan manusia yang punya keinginan lebih maju dan berkembang serta mengupayakan manusia yg bisa menghasilkan sebuah nilai/hasil yang lebih baik , baik secara material maupun non material yaitu dengan cara menciptakan manusia2 yang produktif dengan cara meningkatkan kemampuan berproduksi scr mandiri berorientasi kepada masa depan yang lebih baik.

tujuan dalam skala besarnya dari kemampuan berproduksi ini diharapkan mampu membawa nama daerah yaitu Banyumas dan sekitarnya khususnya kota Purwokerto diharapkan minimal bisa menjadi contoh pembanding hasil produksi antara daerah dan kota besar dengan maksimalisasi asset daerah dan sekitarnya didukung kemampuan produksi scr mandiri kemudian melangkah kepada harapan u/ bisa membuat Purwokerto menjadi sentra otomotif. dominasi keterlibatan orang2 yang erat hubungannya dengan kota Purwokerto baik secara phisik (domisili) maupun sejarah hidup (story) inilah yang membuat sekumpulan orang2 ini memusatkan seluruh jaring2/ simpul kepada kota Purwokerto.

sekumpulan manusia2 ini dengan konsep tak terstruktur yang bergerak aktif di dunia otomotif khususnya roda 2 berangkat dari dasar karakter yang berbeda karena kesamaan presepsi dalam cara pandang secara keseluruhan yang membuat menjadikan pada perilaku yang tidak jauh berbeda satu dengan lainnya sehingga penilaian orang2 di luar menganggap seperti penyeragaman karakter.
karena belum pernah adanya sekumpulan manusia yang bergerak aktif di dunia otomotif khususnya roda 2 yang tidak terstruktur maka sekumpulan manusia2 itu menyebut dirinya dengan filosofinya sebagai kaum minoritas dan sekumpulan manusia2 tak tersruktur menyebut kumpulan manusia2 yang lain yang terstruktur dengan sebutan Mayoritas.
kaum minoritas tidak melihat mayoritas sebagai kompetitor atau sesuatu yang berlawanan tetapi lebih tepatnya kepada pembentukan suatu iklim keseimbangan sosial dalam kehidupan dunia otomotif yang apabila di ilustrasikan adalah sebagai sebuah mata uang yang tidak akan berfungsi manakala hanya ada satu sisi saja.
tolak ukur kekuatan kaum minoritas tidak dalam jumlah manusia yang terlibat di dalamnya tetapi pada kemampuan menjadi virus yang bisa mempengaruhi mayoritas baik dalam berperilaku baik dalam gaya hidupnya maupun perilaku terhadap sarananya sehubungan denga cara pandang dan filosofinya minoritas yang kemudian di kalangan mayoritas berubah menjadi sesuatu yang dicerna atau diterjemahkan sangat sederhana yaitu bentuk minorfighter atau trend.

dari keinginan penciptaan manusia2 yang produktif yang kemudian menghasilkan suatu barang produksi diperlukan icon sebagai alat/sarana untuk lebih mudah di perkenalkan kepada publik atau mayoritas kemudian dibuatlah nama dengan sebagai merk/branded dengan tujuan penciptaan pasar yang dikenal dengan nama ' MINOR FIGHTER ' yang juga nama tersebut dipakai oleh kaum minoritas sebagai identifikasi diri dalam kehidupan dunia otomotif.
mengapa kemudian di beri nama Minorfighter ? nama ini mencerminkan bahwa baru pernah ada di bumi indonesia tercinta dalam kehidupan dunia otomotif satu kelompok/kumpulan manusia2 yang bergerak aktif dalam kehidupan otomotif khususnya roda 2 yang tidak terstruktur tetapi punya kemampuan bergerak melebihi suatu bentuk kumpulan terstruktur atau organisasi tanpa merusak kaidah2/norma/aturan yang berlaku di masyarakat secara umum, karena tdak banyak2nya itulah maka kata minor dipakai sebagai cerminan situasi dan kondisi yang ada tentang keberadaanya dan penggunaan kata fighter sehubungan dengan penciptaan manusia produktif yang mandiri, maju, berkembang demi masa depannya.

sehubungan dengan produktifitas itu kemudian dibuatlah saluran distribusi barang/produksi di dalam MF yang kemudian dikenal dengan istilah sentrum dan kapitel.

SENTRUM : disini berfungsi sebagai pusat dari seluruh aktifitas baik itu hanya berupa informasi kegiatan bermotor maupun aktifitas kegiatan produksi secara detil dan terarsip. (Purwokerto)
KAPITEL : berfungsi sebagai ujung tombak saluran produksi tersebar di berbagai kota di indonesia sebagai satu2 saluran yang resmi MF prod. di setiap kota. ( baru terkord. atas kota : Cilacap,Slawi,Tegal,Jogja,Wonosobo, Dieng, Surabaya ,Bandung, Jakarta, Palembang ).
saluran informasi dan laju barang produksi dikenal dengan istilah jaring laba2 simpul2nya adalah Kapitel yang mana di setiap kapitel ada hanya satu manusia MF yang bertanggung jawab atas semua laju informasi dan barang produksi serta perkembangan MF di masing2 kapitelnya.
karena target perluasan daerah sebagai sasaran pasar terjadi disfungsi pada kapitel, dimana terjadi kemacetan di saluran akhir karena keterbatasan manusianya sebagai pemegang ujung tombak pemasaran dan rekruitmen yang mubazir karena tidak siapnya manusia untuk bisa berperan sebagai sebuah alat saluran distribusi sebagian masih terjebak pada konsep hanya aktifitas bermotor tak jauh dr hanya pemahaman yang tak berbeda dari aktifitas sebuah club motor.
karena salah satu hal inilah kemudian diputuskan untuk tidak ada lagi penambahan Kapitel dengan kata lain tidak ada lagi penambahan manusia2 dalam MF atau yang disebut sebagai bagian dr keluarga MF sampai pada satu saat yang dianggap memungkinkan terjadi lagi penambahan keluarga.

KELUARGA MF ( sentrum dan kapitel ) dan SUPPORT MF
karena kesalahan2 pada masalalu dan kebijakan yang sudah disetujui bersama yang kemudian memunculkan istilah keluarga dan support adapun pengertia lebih lanjut adalah :

keluarga MF : semua manusia yang terlibat di sentrum dan kapitel dengan hak dan kewajibannya ialah
hak : diperbolehkan menggunakan nama MF sebagai penyatuan identitas yang tak ubahnya berfungsi sebagai trah yang tak bisa dihibahkan kepada orang lain, diperbolehkan menggunakan nama MF untuk semua kepentingan yang bertujuan profit baik dilakukan perorangan maupun kelompok tanpa harus berbagi keuntungan dengan MF.
kewajibannya : mejaga dan merawat mempertahankan nama MF agar selalu tetap mempunyai brand image yang kuat agar segmen pasar tetap bahkan menguat.

SUPPORT MF : manusia2 yang terlibat di wadah yang dibuat oleh MF karena ada ketertarikan dr manusia2 di luar keluarga u/ terlibat dalam bentukan MF baik dalam aktifitas bermotornya maupun jalinan pertemannan,
legalitas yg terlibat di support yaitu patch dengan bentuk yang dibuat sama persis hanya di bedakan pada penambahan kata motorcycle support dan tanda leges kecil yang terjahit langsung satu include dengan patch. patch ini memang dibuat untuk di konsumsi umum yang kemudian oleh pemegang tidak boleh diperbanyak,di rubah atau dipindah tangankan.
wadah ini segaja dibuat oleh MF sebagai bagian yang terkait erat dengan laju pertumbuhan MF tetapi berada diluar bagian yang disebutkan sebagai keluarga (sentrum-kapitel), kemudian dikenal sebagai nama 'lapis support mf' yang mana didalamnya terdapat aturan2 tertulis agar tidak memunculkan kesimpangsiuran kordinasi dan aturan2 itu dibuat untuk kepentingan kemajuan MF.
wadah ini juga mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu sebagai alat u/ bisa mengenal lebih jauh individu yang terlibat didalamnya karena wadah ini di pakai sebagai alat selektif/sortir bilamana terjadi penambahan keluarga dan manusia2 baru yang nantinya terlibat didalam keluarga hanya di ambilkan dari manusia2 yang sudah terlibat langsung di lapis support mf.
adapun point2 aturanya adalah :
1.seluruh kordinasi dan akses informasi hanya kepada satu orang saja ( 1 keluarga MF )
2. berkewajiban membawa nama baik MF.
3. tidak mempunyai kewenangan atas daerah ,rekruit,suara MF.
4. tidak mempunyai hak membawa nama MF apapun kepentingannya apalagi yang berkenaan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok.
5. punya kesempatan untuk terlibat aktif dalam kegiatan berotomotif atas event yang dilakukan MF.
6. berkesempatan terlibat dalam saluran produksi yang berfungsi sebagai saluran akhir seperti fungsi kapitel.
7. mempunyai beberapa item (stiker,pin,bordir MF ) dengan ukuran dan bentuk baku yang sudah ditentukan kord. support untuk boleh di produksi dan hasilnya sepenuhnya untuk si pelaku kegiatan prod tersebut.
8. wajib melaporkan setiap perkembangan prod. baik jumlah maupun jenisnya kepada kord. support.

hal lain :
muncul presepsi perorangan berkenaan dengan manusia2 yang terlibat secara langsung di MINOR FIGHTER harusnya tidaklah kemudian menjadi sesuatu yang menghambat proses berjalannya roda kehidupan MF sebaiknya malah menjadikan sikap yg memunculkan sikap loyalitas yang tinggi dan mendukung secara penuh sehingga dapat mempercepat laju perputaran roda kehidupan MF menjadi lebih baik dan berkembang pesat seperti yang di harapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar